by Zhu Shinju Elf on Friday, October 26, 2012 at 1:10pm ·
Kali ini saya kembali bersama dengan Suami saya *bow bareng Kibum* #dikejarsnowers
WARNING: GAJE GAJE GAJE, ALUR GAJE, TYPO BERTENGGER INDAH PADA TEMPAT YANG GA SEMESTINYA (?)
Title: Finally I Know! I Love You
Cast: ± Park Bomul *As reader*
. ± Kim Kibum
. ± Choi siwon –And other cast find by your self-^^
Genre: Gaje
cr pict : www.facebook.com/park.bomul.zhu
Rate : 14+
Happy reading –RCL sangat dibutuhkan buat ep ep yang hancur ini-
Park Bomul Pov
‘Klik’
‘Enter’
Ahh… akhirnya selesai juga ku mengetik bahan buat lomba pidatoku besok. Ku gerakkan tanganku yang sudah mulai keram ini.
‘chamkanman!!’
Hampir saja aku lupa.
Joneun Park Bomul imnida, Bagapseumida. Sekarang bersekolah di Shapphire Blue Senior High School.
‘Ddddrrrrtttttttt’ Ponselku bergetar, pertanda pesan masuk.
‘One Message Unopened’
“Pasti dari dia” gumamku pelan seraya membuka pesan tersebut.
From: BumBum
To: BoBo
Bo… sudah tidur kah? Hm.. jaljayo! Mimpikan aku nee hahah.. ^^
Benar saja, pesan itu dari dia.. mana mungkin orang lain menghubungiku tengah malam seperti! Ini sudah menjadi kebiasaan sahabat kecilku selama 8 bulan terakhir ini. Bangun tengah malam dan mengucapkanku selamat tidur.
Re: BumBum Oppa
Memangnya kau siapa eoh? Untuk apa aku memimpikanmu?! Ahhaha :P
From: BumBum
Haiss jinjja! Kau tunggu pembalasanku besok ne!! awas kau yah!!
Yah, selalu saja seperti ini. Kibum sunbae ah.. ani, maksudku Kibum oppa sahabatku yang selalu bisa membuatku tersenyum.
“hoaamm” dapatkurasakan mataku semakin memberat, sesekali ku kucek kedua mataku itu.
“Tidak! Tidak, aku tidak boleh tidur sebelum menghapal semua ini” ku tatapi semua bahan pidato itu.
“Hwaitting! You must do it Bo” Ucapku menyemangati diriku sendiri
**** **** **** ****
Author Pov
Seorang namja tampak sedang bermain basket sendirian di lapangan. Sesekali dilemparkannya pandangannya mencari sosok seorang yeoja yang sudah dirindukannya itu.
Namja itu tersenyum sumringah melihat orang yang dicarinya tengah berjalan ke kelas. Segera disimpannya bola basket itu, lalu ia mengejar dan mensejajarkan langkahnya dengan yeoja itu.
“ yak! Bo.. ada apa denganmu eoh?” Tanya kibum yang melihat Bomul berjalan sempoyongan
“aniyo.. I haven’t any problem. Aku hanya kurang tidur saja, semalaman aku tidak tidur karena menghapal berkas lomba pidato itu” Ucap Bomul lemas
**** **** **** ****
Kibum Pov
“aniyo.. I haven’t any problem. Aku hanya kurang tidur saja, semalaman aku tidak tidur karena menghapal berkas lomba pidato itu” Jawabnya lemas, pantas saja terlihat lingkaran hitam dibawah matanya.
“Gwenchanayo?”Ucapku memastikan keadaanya.
Sreeeetttttt
Tangan ku ditarik oleh Bomul dan sedetik kemudian didekatkannya tanganku di jidatnya
“Tidak panas kan?! Jadi aku tidak apa-apa” ucapnya diselingi senyumannya yang manis. Senyuman manis miliknya itulah yang berhasil meluluhkan hatiku.
Lalu dia berlalu begitu saja, ku pandangi punggungnya yang kini telah berlalu memasuki kelasnya.
Deg!!!
“sepertinya aku mengalami spot jantung hanya karena disentuh olehmu Bo” gumamku sambil tersenyum simpul sambil memegangi dadaku.
“apa yang harus kulakukan agar kau mengetahui perasanku?!”
**** **** **** ****
Author pov
Seorang yeoja sedang duduk di sudut ruangan yang penuh sesak oleh peserta lainnya, yah! Yeoja itu adalah Bomul. Terlihat sesekali Bomul mengkomat kamitkan mulutnya entah dia membaca matra apa, hanya dia dan tuhan yang mengetahuinya.
Bomul sesekali meremas tanganya gugup.“Tarik nafas.. huffftt…. Hembuskan… huuuhhhh” ini kali ke 12-nya Bomul mengucapkan kalimat ini, berusaha menenangkan dirinya.
“Wanna drink some water, aghassi?” ucap seseorang tepat di depan Bomul.
Bomul menengadahkan kepalanya untuk melihat sang pemilik suara, lalu sedetik kemudian ia mengambil botol yang berisikan air mineral itu dari orang yang berada di depannya itu.
“Gomawo” lirihnya
“omonaa!!! Tuhan aku sudah cukup gugup menghadapi perlombaan ini, mengapa kau turunkan makhluk sempurna ciptaanmu di saat sepeti ini? Ini semakin membuat ku gugup.” Batin Bomul. Bomul yang sedang gugup segera menegak air mineral itu dengan ganas, yang kebetulan memang sedang kehausan.
Namja itu tertawa melihat Bomul.
“Waeyo?” Bomul menyerit keheranan.
“Kau seperti orang yang sudah tidak minum sebulan saja aghassi kkkk~” balas namja itu yang berusaha menahan tawanya, Bomul yang kesal hanya mengembungkan pipinya sambil sesekali mendengus gemas.
“Choi Siwon imnida” namja itu yang diketahui bernama Choi Siwon mengulurkan tangannya yang disambut hangat oleh Bomul.
“Park Bomul imnida, bagapseumida Siwon-ssi” Bomul terlihat berpikir sebentar, bebrapa detik kemudian dia melanjutkan kalimatnya yang sempat menggantung tadi “peserta?”
“Nee.. apakah kau juga?” Balas Siwon sambil memamerkan senyuman manisnya yang menampilkan lesung pipi sempurna miliknya
“Nee… Kau terlihat sangat santai Siwon-ssi”
“Dan kau terlihat sangat gugup Bomul-ssi , mau tau tipsnnya?”
“Caranya??” Tanya Bomul penasaran
“just believe in yourself aghassi” Siwon menepuk perlahan bahu Bomul seperti membagikan kekuatannya (?) yang sukses membuat darah Bomul mendesir. “Sekarang adalah giliranku, good luck nee” lanjut Siwon kemudian sambil melambaikan tangan kearah Bomul yang dibalas dengan senyuman manis milik Bomul.
‘Sempurna dan dewasa’ Batin Bomul sambil memandangi Siwon yang telah naik keatas podium.
**** **** *** ****
Kibum pov
Sudah lewat 15 menit dari waktu biasanya, sebenarnya dimana dia? Kurebahkan badanku di kasur empuk milikku. Pikiranku hanya terfokus pada seseorang yah.. kalian tentu tau siapa bukan? –Park Bomul- sebenarnya apa yang yeoja itu lakukan sehingga aku begitu menyukainya? Dia tidak melakukan apa-apa, sikap hangatnya lah yang telah meluluhkan hatiku, hanya padanya aku dapat berbagi. Aku jadi teringat kejadian saat pertama kali kami bertemu.
~ ~ ~ ~ F L A S H B A C K ~ ~ ~ ~
“Aigooo…. Aigooo…” ucap seoranng nenek yang nampang sedang kesulitan membawa barang belanjaannya.
Aku melihat nenek itu dengan tatapan heran. “mengapa seorang nenek yang sudah susah untuk berjalan saja membeli begiti banyak belanjaan eoh?” batinku
‘Tiin Tinn’ bunyi klakson bis yang sekarang berhenti sempurna di depan halte yang kami tunggui. Langsung saja ku melangkah masuk dan kalian tau?! Hanya tersisa 1 tempat yang kosong. Segera ku duduki tempat itu, persetan nenek yang sedang berjalan di belakang ku itu.
Nenek itu terlihat sedang kebingungan mencari tempat yang kosong, sebenanrnya kasihan juga sih melihatnya seperti itu tapi apa peduliku? Salah sendiri dia membeli barang sebanyak itu padahal dirinya sudah tidak sanggup.
“Halmeoni, sebelah sini disini kosong” seorang yeoja yang duduk tepat di depanku beranjak naik dari tempat duduknya untuk memberikan tempat kepada nenek tersebut. Kupandangi yeoja itu, namun aku tak bisa melihat wajahnya karena dia membelakangiku sekarang.
“Gomawoyo, kau sangat manis yeoja kecil” ucap halmeoni terebut.
“ya! Halmeoni aku ini sudah besar” ucapnya
Sebenarnya tempat tujuanku sudah lewat tapi aku belum mau turun karena rasa penasaran yang terlalu besar menyelubungi ku. Kulihat yeoja itu nampak seperti tertidur, ku beranikan diri untuk melangkah maju melihat wajahnya.
DEG!!!!
Kulit putih bersih, rambut bergelombang panjang sebahu, bulu mata lentik.
“Sempurna” gumamku tanpa sadar
Tiba-tiba dia mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya yang menerobos masuk dari kaca bus ini.
“KAAAUU!!!” pekik kami bersamaan, yah dia adalah sahabat kecilku, Park Bomul yang 10 tahun yang lalu pindah ke seoul bersama kedua orang tuanya.
F L A S H B A C K - E N D
Sepertinya malam ini dia benar-benar tidak akan online, apa lebih baik aku menghubunginya?
“the number you are calling is not active…..” haisss… bukan suara Bomul yang ku dengar malah suara operator diseberang sana.
“Bogoshipoyo Bo..”
**** **** **** ****
Author pov
Several day later
@Seoul Mall
“Bo- ahh menurutmu jam mana yang bagus?” tanya Hyerin sambil memperhatikan beberapa jam tangan yang terpajang manis disebuah rak kaca pada toko yang mereka kunjungi.
“Yang mana pun juga bagus” jawab Bomul malas. Bagaimana tidak?! Dia sudah menemani Hyerin lebih dari 3 jam lamanya, dan meka sudah mengunjungi 25 toko jam tangan.. ani, mungku=in lebih dari 25…
“yang merah bagus yah, tunggu yang pink juga bagus.. aku mau yang mana yah aihhh eothokkae Bo-ah? Hyerin menunjukkan kedua jam tangan yang dia maksudkan tadi kepada sahabatnya.
Bomul berjalan mendekati Hyerin dan berbisik tepat di telinganya “Choi Hyerin-ssi cepat selesaikan acara belanjamu atau ku telan kau hidup-hidup” Bomul memperlihatkan deathglare miliknya yang sukses membuat Hyerin bergidik ngeri.
“ahh baiklah aku ambil yang ini saja,tolong dibungkus” hyerin mengambil asal salah satu jam tangan yang sedari tadi dikaguminya itu.
“ nah.. ini baru sahabatku” Bomul merangkul pundak Hyerin dan mereka tertawa bersama. Saat mereka baru hendak berjalan lebih jauh lagi…….
Kyuuurrrrruuukkkkkk!!!!!
Bomul dan Hyerin saling tertawa sesaat, namun sedetik kemudian mereka tertawa menyadari perut mereka yang telah berontak karena sedari tadi berlum diisi dengan apapun.
@Maria Coffee Shop < Author ngarang
“1 mochacinno dan 1 chocolate milk shake” ucap Bomul sambil menunggu Hyerin yang pergi ke toilet.
Seseorang menepuk pundak Bomul yang membuat dia tersentak kaget dan langsung berbalik melihat siapa yang menepuk pundaknya itu.
“Si.. Siwon-ssi” ucap Bomul tergagap melihat penampilan casual Siwon yang memakai kaos hitam berlengan panjang dan celana denim, serta sebuah kacamata hitam bertengger manis di hidungnya yang membuat penampilan namja ini menjadi lebih sempurna.
“sendirian?” tanya Siwon pada Bomul, dan langsung duduk di sampingnya.
“Anni, aku bersama temanku”
Siwon pov
Baru hendak aku bertanya dimana temannya, seorang yeoja manis datang menghampiri kami.
“ah.. Annyeonghaseo. Hmm nuguseo?” ucapnya sopan sambil membungkukkan badanya.
“Choi Siwon Imnida” aku mengulurkan tanga pada yeoja manis di depanku ini, wajahnya yang mungil, matanya yang tidak terlalu besar namun memancarkan kehangatan.
“Cho Hyerin, bagapseumida” ucapnya sambil tersenyum, terlihat sebelah lesung pipi… ‘Neomu Yeoppo’ gumamku
*** *** *** *** ***
Author Pov
“Heii, semalam kau kemana saja? Tumben gak Online?” Kibum mensejajarkan langkahnya dengan Bomul
“Aku pergi ke mall menemani Hyerin dan aku bertemu seseorang yang sangat tampan disana” Ucap Bomul berbinar.
“Nugu?” Kibum tampak penasaran
“Choi Siwon, oarang yang pernah kucerikan. Orang yang bertemu denganku saat aku lomba… hmm.. ingatkan?” Bomul terlihat bersemangat saat menceritakkan Siwon. Kibum yang mennyadari itupun langsung bertanya “kau suka padanya?”
Pipi Bomul langsung bersemu merah, dia memang merasakan berdebar-debar jika berada di dekat Siwon. Namun dia belum bisa memastikan dengan pasti perasaanya saat ini.
Kibum yang sedari tadi belum mendapatkan jawaban dari Bomul, mendorong Bomul sedikit kuat kedinding koridor yang sedang mereka lalui yang kebetulan sedang sepi.
“O..oppaa..”’
“Bo-ah.. mulai sekarang lihatlah aku sebgai seorang laki-laki. Jangan memikirkan dan jangan dekat dengan namja lain”Ucap Kibum kini lembut sambil mengelus pipi Bomul lembut.
“Saranghae Bo~” Bisik kibum tepat disamping telinga Bomul dan sedetik kemudian Kibum menautkan bibirnya dengan Bomul. Tidak ada penolakan dari Bomul, namun ia juga tidak membalasnya.
**** **** **** ****
“ Apakah itu merupakan pernyataan cinta? Lalu bagaimana perasaanku terhadap Siwon-ssi?” Sudah kesekian kalinya Bomul mengucapkan kalimat itu.
“Unnie, ada yang mencarimu dibawah” teriak Euhmul dari balik pintu kamar Bomul
“Nuguseo?”
“Mollayo unnie aku tidak kenal, tapi dia mengaku bernama Siwon”
Sekali mendengar nama Siwon, Bomul langsung melesat keluar. Yah.. dia ingin memastikan perasaanya sekarang, sekarang hatinya bimbang.. sebenarnya dia menyukai Siwon atau hanya mengaguminya saja.
**** **** **** ****
@Han River
“Bomul-ssi bisakah kau membantuku?” Ucap Siwon malu-malu Heebum (?)
“membantu apa?” Bomul terlihat sangat tegang sekarang
“Aku menyukai temanmu, Hyerin-ssi bisakah kau membantuku untuk mendekatinya?” Kini Siwon tersenyum sumringah menatap Bomul.
Bomul tercengang atas pernyataan Siwon, sesak ia rasakan dihatinya namun air matanya tak kunjung keluar.
“Nee.. aku akan membantumu, lagi pula sepertinya Hyerin juga menyukaimu” Bomul mengatur suaranya agat terdengar sebiasa mungkin
**** *** *** ***
Kibum pov
Beberapa hari setelah aku menciumnya, dia berubah menjadi murung.. sebenarnya apakah aku berbuat salah? Namun … arggg jinjayooo!!!! Dia adalah satu-satunya yeoja yang berhasil membuatku gila.
“Jeongmal saranghaeyo Bo, semoga perasaanku segera tersampaikan” gumamku dalam hati yang masih membisu berjalan di belakangnya menyusuri taman sekolah ini, sepeertinya dia tidak menyadari kehadiaranku..
‘kkkkkrrrriiiiieeeeeekkkkkk’
“Bomull!!! Awaassss”
Brruuukkkkkkkkkk
**** **** **** ****
Bomul POV
Aku berjalan menyusuri jalan setapak di taman sekolah ini..
“huuuhhh” Aku menghela nafas, entahlah perasaan apa yang sekarang sedang kurasakan ini. Semalam saat mendapati kabar bahwa Hyerin dan Siwon telah jadian, aku merasa senang karena benar dugaanku selama ini. Hyerin menyukai Siwon, namun pada satu sisi yang lain aku merasa takut, yah.. aku takut Hyerin akan menjauhiku, tidak memperdulikanku, dan mengacuhkanku setelah dia memiliki Namjachingu. Hyebin adalah sahabat terbaikku setelah Kibum Oppa..
‘kkkkkrrrriiiiieeeeeekkkkkk’
“Bomull!!! Awaassss” Kibum oppa, yah… itu suara kibum oppa. Segera ku balikkan badanku
Dan….
Brruuukkkkkkkkkk
badan Kibum oppa medindihku.
“oppa.. waae..”
“Neo gwenchana?... aisshh jinja kakiku..” aku tidak menjawab pertanyaan kibum oppa, tapi pandanganku langsung beralih pada kakinya..
“Omoo, Oppa….” Aku tak percaya, kakinya mengucurkan darah karena tertimpa ranting pohon yang cuku besar.
“Oppaa…” ucapku Lirih, hatiku sakit melihat Kibum terluka seperti ini, tidak terasa cairan bening hangat keluar dari mataku tanpa permisi.
“Bo-ah? Ada yang sakit? Kau tidak apa-apa kan?” Kibum oppa telah menyelamatkanku,.. lalu aku?..
“Nee ada yang sakit, hatiku sakit” ucapku terisak
**** **** **** ****
Author Pov
“Sudah oppa bilang kan, luka ini tidak parah. Uljima Bo-ah” Kibum mengelus lembut rambut yeoja yang duduk ranjang –RS- nya sekarang.
“Paboo! Kalau oppa tidak menolongku oppa tidak akan terluka seperti ini kan?!!” wajah Bomul mencerminkan kekhawatiran yang sangat mendalam.
“Dan kau akan terluka sekarang” Kibum menghela nafas sebentar dan melanjutkannya kembali “Tapi aku senang”
“senang? Wae?” Bomul heran dengan pernyataan kibum, adakah orang yang sakit malah merasa senang?
“Karena aku diperhatikan oleh seorang Malaikat cantik” Kibum tersenyum lembut, Bomul hanya tertunduk. Pikirannya melayang entah kemana, ia merasa bersalah melihat kondisi Kibum yang terluka demi melindungi dirinya.
DEEG!!
Hatinya kini bergetar…
“apakah aku mulai menyukainya?” Gumamnya lirih
“eehh?” Kibum yang tidak mendennngar apa yang dikatakan Bommul menyeerit heran.
“Ah.. Rahasia, hehe” Ucap Bomul mencubit gemas pipi kedua pipi Kibum, Kibum yang mendapatkan perlakuan itu hanya dapat tersenyum malu-malu.
“ahh tuan Kim.. mukamu memerah” Ucap Bomul menggoda kibum yang langsung mendapatkan ciuman singkat dipipinya
“Nona Park, sekarang pipimmulah yang lebih merah”
Cinta …
Tidak ada satu orang pun yang tahu kapan dia datang dan pergi
Hargai cinta yang hadir dalam kehidupanmu.
Mungkin sekarang aku mulai menyadari bahwa aku mencintai namja di depanku ini…
Terimakasih karena telah bersama menunggu diriku…
Finally i Know! I Love You
END
WARNING: GAJE GAJE GAJE, ALUR GAJE, TYPO BERTENGGER INDAH PADA TEMPAT YANG GA SEMESTINYA (?)
Title: Finally I Know! I Love You
Cast: ± Park Bomul *As reader*
. ± Kim Kibum
. ± Choi siwon –And other cast find by your self-^^
Genre: Gaje
cr pict : www.facebook.com/park.bomul.zhu
Rate : 14+
Happy reading –RCL sangat dibutuhkan buat ep ep yang hancur ini-
Park Bomul Pov
‘Klik’
‘Enter’
Ahh… akhirnya selesai juga ku mengetik bahan buat lomba pidatoku besok. Ku gerakkan tanganku yang sudah mulai keram ini.
‘chamkanman!!’
Hampir saja aku lupa.
Joneun Park Bomul imnida, Bagapseumida. Sekarang bersekolah di Shapphire Blue Senior High School.
‘Ddddrrrrtttttttt’ Ponselku bergetar, pertanda pesan masuk.
‘One Message Unopened’
“Pasti dari dia” gumamku pelan seraya membuka pesan tersebut.
From: BumBum
To: BoBo
Bo… sudah tidur kah? Hm.. jaljayo! Mimpikan aku nee hahah.. ^^
Benar saja, pesan itu dari dia.. mana mungkin orang lain menghubungiku tengah malam seperti! Ini sudah menjadi kebiasaan sahabat kecilku selama 8 bulan terakhir ini. Bangun tengah malam dan mengucapkanku selamat tidur.
Re: BumBum Oppa
Memangnya kau siapa eoh? Untuk apa aku memimpikanmu?! Ahhaha :P
From: BumBum
Haiss jinjja! Kau tunggu pembalasanku besok ne!! awas kau yah!!
Yah, selalu saja seperti ini. Kibum sunbae ah.. ani, maksudku Kibum oppa sahabatku yang selalu bisa membuatku tersenyum.
“hoaamm” dapatkurasakan mataku semakin memberat, sesekali ku kucek kedua mataku itu.
“Tidak! Tidak, aku tidak boleh tidur sebelum menghapal semua ini” ku tatapi semua bahan pidato itu.
“Hwaitting! You must do it Bo” Ucapku menyemangati diriku sendiri
**** **** **** ****
Author Pov
Seorang namja tampak sedang bermain basket sendirian di lapangan. Sesekali dilemparkannya pandangannya mencari sosok seorang yeoja yang sudah dirindukannya itu.
Namja itu tersenyum sumringah melihat orang yang dicarinya tengah berjalan ke kelas. Segera disimpannya bola basket itu, lalu ia mengejar dan mensejajarkan langkahnya dengan yeoja itu.
“ yak! Bo.. ada apa denganmu eoh?” Tanya kibum yang melihat Bomul berjalan sempoyongan
“aniyo.. I haven’t any problem. Aku hanya kurang tidur saja, semalaman aku tidak tidur karena menghapal berkas lomba pidato itu” Ucap Bomul lemas
**** **** **** ****
Kibum Pov
“aniyo.. I haven’t any problem. Aku hanya kurang tidur saja, semalaman aku tidak tidur karena menghapal berkas lomba pidato itu” Jawabnya lemas, pantas saja terlihat lingkaran hitam dibawah matanya.
“Gwenchanayo?”Ucapku memastikan keadaanya.
Sreeeetttttt
Tangan ku ditarik oleh Bomul dan sedetik kemudian didekatkannya tanganku di jidatnya
“Tidak panas kan?! Jadi aku tidak apa-apa” ucapnya diselingi senyumannya yang manis. Senyuman manis miliknya itulah yang berhasil meluluhkan hatiku.
Lalu dia berlalu begitu saja, ku pandangi punggungnya yang kini telah berlalu memasuki kelasnya.
Deg!!!
“sepertinya aku mengalami spot jantung hanya karena disentuh olehmu Bo” gumamku sambil tersenyum simpul sambil memegangi dadaku.
“apa yang harus kulakukan agar kau mengetahui perasanku?!”
**** **** **** ****
Author pov
Seorang yeoja sedang duduk di sudut ruangan yang penuh sesak oleh peserta lainnya, yah! Yeoja itu adalah Bomul. Terlihat sesekali Bomul mengkomat kamitkan mulutnya entah dia membaca matra apa, hanya dia dan tuhan yang mengetahuinya.
Bomul sesekali meremas tanganya gugup.“Tarik nafas.. huffftt…. Hembuskan… huuuhhhh” ini kali ke 12-nya Bomul mengucapkan kalimat ini, berusaha menenangkan dirinya.
“Wanna drink some water, aghassi?” ucap seseorang tepat di depan Bomul.
Bomul menengadahkan kepalanya untuk melihat sang pemilik suara, lalu sedetik kemudian ia mengambil botol yang berisikan air mineral itu dari orang yang berada di depannya itu.
“Gomawo” lirihnya
“omonaa!!! Tuhan aku sudah cukup gugup menghadapi perlombaan ini, mengapa kau turunkan makhluk sempurna ciptaanmu di saat sepeti ini? Ini semakin membuat ku gugup.” Batin Bomul. Bomul yang sedang gugup segera menegak air mineral itu dengan ganas, yang kebetulan memang sedang kehausan.
Namja itu tertawa melihat Bomul.
“Waeyo?” Bomul menyerit keheranan.
“Kau seperti orang yang sudah tidak minum sebulan saja aghassi kkkk~” balas namja itu yang berusaha menahan tawanya, Bomul yang kesal hanya mengembungkan pipinya sambil sesekali mendengus gemas.
“Choi Siwon imnida” namja itu yang diketahui bernama Choi Siwon mengulurkan tangannya yang disambut hangat oleh Bomul.
“Park Bomul imnida, bagapseumida Siwon-ssi” Bomul terlihat berpikir sebentar, bebrapa detik kemudian dia melanjutkan kalimatnya yang sempat menggantung tadi “peserta?”
“Nee.. apakah kau juga?” Balas Siwon sambil memamerkan senyuman manisnya yang menampilkan lesung pipi sempurna miliknya
“Nee… Kau terlihat sangat santai Siwon-ssi”
“Dan kau terlihat sangat gugup Bomul-ssi , mau tau tipsnnya?”
“Caranya??” Tanya Bomul penasaran
“just believe in yourself aghassi” Siwon menepuk perlahan bahu Bomul seperti membagikan kekuatannya (?) yang sukses membuat darah Bomul mendesir. “Sekarang adalah giliranku, good luck nee” lanjut Siwon kemudian sambil melambaikan tangan kearah Bomul yang dibalas dengan senyuman manis milik Bomul.
‘Sempurna dan dewasa’ Batin Bomul sambil memandangi Siwon yang telah naik keatas podium.
**** **** *** ****
Kibum pov
Sudah lewat 15 menit dari waktu biasanya, sebenarnya dimana dia? Kurebahkan badanku di kasur empuk milikku. Pikiranku hanya terfokus pada seseorang yah.. kalian tentu tau siapa bukan? –Park Bomul- sebenarnya apa yang yeoja itu lakukan sehingga aku begitu menyukainya? Dia tidak melakukan apa-apa, sikap hangatnya lah yang telah meluluhkan hatiku, hanya padanya aku dapat berbagi. Aku jadi teringat kejadian saat pertama kali kami bertemu.
~ ~ ~ ~ F L A S H B A C K ~ ~ ~ ~
“Aigooo…. Aigooo…” ucap seoranng nenek yang nampang sedang kesulitan membawa barang belanjaannya.
Aku melihat nenek itu dengan tatapan heran. “mengapa seorang nenek yang sudah susah untuk berjalan saja membeli begiti banyak belanjaan eoh?” batinku
‘Tiin Tinn’ bunyi klakson bis yang sekarang berhenti sempurna di depan halte yang kami tunggui. Langsung saja ku melangkah masuk dan kalian tau?! Hanya tersisa 1 tempat yang kosong. Segera ku duduki tempat itu, persetan nenek yang sedang berjalan di belakang ku itu.
Nenek itu terlihat sedang kebingungan mencari tempat yang kosong, sebenanrnya kasihan juga sih melihatnya seperti itu tapi apa peduliku? Salah sendiri dia membeli barang sebanyak itu padahal dirinya sudah tidak sanggup.
“Halmeoni, sebelah sini disini kosong” seorang yeoja yang duduk tepat di depanku beranjak naik dari tempat duduknya untuk memberikan tempat kepada nenek tersebut. Kupandangi yeoja itu, namun aku tak bisa melihat wajahnya karena dia membelakangiku sekarang.
“Gomawoyo, kau sangat manis yeoja kecil” ucap halmeoni terebut.
“ya! Halmeoni aku ini sudah besar” ucapnya
Sebenarnya tempat tujuanku sudah lewat tapi aku belum mau turun karena rasa penasaran yang terlalu besar menyelubungi ku. Kulihat yeoja itu nampak seperti tertidur, ku beranikan diri untuk melangkah maju melihat wajahnya.
DEG!!!!
Kulit putih bersih, rambut bergelombang panjang sebahu, bulu mata lentik.
“Sempurna” gumamku tanpa sadar
Tiba-tiba dia mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya yang menerobos masuk dari kaca bus ini.
“KAAAUU!!!” pekik kami bersamaan, yah dia adalah sahabat kecilku, Park Bomul yang 10 tahun yang lalu pindah ke seoul bersama kedua orang tuanya.
F L A S H B A C K - E N D
Sepertinya malam ini dia benar-benar tidak akan online, apa lebih baik aku menghubunginya?
“the number you are calling is not active…..” haisss… bukan suara Bomul yang ku dengar malah suara operator diseberang sana.
“Bogoshipoyo Bo..”
**** **** **** ****
Author pov
Several day later
@Seoul Mall
“Bo- ahh menurutmu jam mana yang bagus?” tanya Hyerin sambil memperhatikan beberapa jam tangan yang terpajang manis disebuah rak kaca pada toko yang mereka kunjungi.
“Yang mana pun juga bagus” jawab Bomul malas. Bagaimana tidak?! Dia sudah menemani Hyerin lebih dari 3 jam lamanya, dan meka sudah mengunjungi 25 toko jam tangan.. ani, mungku=in lebih dari 25…
“yang merah bagus yah, tunggu yang pink juga bagus.. aku mau yang mana yah aihhh eothokkae Bo-ah? Hyerin menunjukkan kedua jam tangan yang dia maksudkan tadi kepada sahabatnya.
Bomul berjalan mendekati Hyerin dan berbisik tepat di telinganya “Choi Hyerin-ssi cepat selesaikan acara belanjamu atau ku telan kau hidup-hidup” Bomul memperlihatkan deathglare miliknya yang sukses membuat Hyerin bergidik ngeri.
“ahh baiklah aku ambil yang ini saja,tolong dibungkus” hyerin mengambil asal salah satu jam tangan yang sedari tadi dikaguminya itu.
“ nah.. ini baru sahabatku” Bomul merangkul pundak Hyerin dan mereka tertawa bersama. Saat mereka baru hendak berjalan lebih jauh lagi…….
Kyuuurrrrruuukkkkkk!!!!!
Bomul dan Hyerin saling tertawa sesaat, namun sedetik kemudian mereka tertawa menyadari perut mereka yang telah berontak karena sedari tadi berlum diisi dengan apapun.
@Maria Coffee Shop < Author ngarang
“1 mochacinno dan 1 chocolate milk shake” ucap Bomul sambil menunggu Hyerin yang pergi ke toilet.
Seseorang menepuk pundak Bomul yang membuat dia tersentak kaget dan langsung berbalik melihat siapa yang menepuk pundaknya itu.
“Si.. Siwon-ssi” ucap Bomul tergagap melihat penampilan casual Siwon yang memakai kaos hitam berlengan panjang dan celana denim, serta sebuah kacamata hitam bertengger manis di hidungnya yang membuat penampilan namja ini menjadi lebih sempurna.
“sendirian?” tanya Siwon pada Bomul, dan langsung duduk di sampingnya.
“Anni, aku bersama temanku”
Siwon pov
Baru hendak aku bertanya dimana temannya, seorang yeoja manis datang menghampiri kami.
“ah.. Annyeonghaseo. Hmm nuguseo?” ucapnya sopan sambil membungkukkan badanya.
“Choi Siwon Imnida” aku mengulurkan tanga pada yeoja manis di depanku ini, wajahnya yang mungil, matanya yang tidak terlalu besar namun memancarkan kehangatan.
“Cho Hyerin, bagapseumida” ucapnya sambil tersenyum, terlihat sebelah lesung pipi… ‘Neomu Yeoppo’ gumamku
*** *** *** *** ***
Author Pov
“Heii, semalam kau kemana saja? Tumben gak Online?” Kibum mensejajarkan langkahnya dengan Bomul
“Aku pergi ke mall menemani Hyerin dan aku bertemu seseorang yang sangat tampan disana” Ucap Bomul berbinar.
“Nugu?” Kibum tampak penasaran
“Choi Siwon, oarang yang pernah kucerikan. Orang yang bertemu denganku saat aku lomba… hmm.. ingatkan?” Bomul terlihat bersemangat saat menceritakkan Siwon. Kibum yang mennyadari itupun langsung bertanya “kau suka padanya?”
Pipi Bomul langsung bersemu merah, dia memang merasakan berdebar-debar jika berada di dekat Siwon. Namun dia belum bisa memastikan dengan pasti perasaanya saat ini.
Kibum yang sedari tadi belum mendapatkan jawaban dari Bomul, mendorong Bomul sedikit kuat kedinding koridor yang sedang mereka lalui yang kebetulan sedang sepi.
“O..oppaa..”’
“Bo-ah.. mulai sekarang lihatlah aku sebgai seorang laki-laki. Jangan memikirkan dan jangan dekat dengan namja lain”Ucap Kibum kini lembut sambil mengelus pipi Bomul lembut.
“Saranghae Bo~” Bisik kibum tepat disamping telinga Bomul dan sedetik kemudian Kibum menautkan bibirnya dengan Bomul. Tidak ada penolakan dari Bomul, namun ia juga tidak membalasnya.
**** **** **** ****
“ Apakah itu merupakan pernyataan cinta? Lalu bagaimana perasaanku terhadap Siwon-ssi?” Sudah kesekian kalinya Bomul mengucapkan kalimat itu.
“Unnie, ada yang mencarimu dibawah” teriak Euhmul dari balik pintu kamar Bomul
“Nuguseo?”
“Mollayo unnie aku tidak kenal, tapi dia mengaku bernama Siwon”
Sekali mendengar nama Siwon, Bomul langsung melesat keluar. Yah.. dia ingin memastikan perasaanya sekarang, sekarang hatinya bimbang.. sebenarnya dia menyukai Siwon atau hanya mengaguminya saja.
**** **** **** ****
@Han River
“Bomul-ssi bisakah kau membantuku?” Ucap Siwon malu-malu Heebum (?)
“membantu apa?” Bomul terlihat sangat tegang sekarang
“Aku menyukai temanmu, Hyerin-ssi bisakah kau membantuku untuk mendekatinya?” Kini Siwon tersenyum sumringah menatap Bomul.
Bomul tercengang atas pernyataan Siwon, sesak ia rasakan dihatinya namun air matanya tak kunjung keluar.
“Nee.. aku akan membantumu, lagi pula sepertinya Hyerin juga menyukaimu” Bomul mengatur suaranya agat terdengar sebiasa mungkin
**** *** *** ***
Kibum pov
Beberapa hari setelah aku menciumnya, dia berubah menjadi murung.. sebenarnya apakah aku berbuat salah? Namun … arggg jinjayooo!!!! Dia adalah satu-satunya yeoja yang berhasil membuatku gila.
“Jeongmal saranghaeyo Bo, semoga perasaanku segera tersampaikan” gumamku dalam hati yang masih membisu berjalan di belakangnya menyusuri taman sekolah ini, sepeertinya dia tidak menyadari kehadiaranku..
‘kkkkkrrrriiiiieeeeeekkkkkk’
“Bomull!!! Awaassss”
Brruuukkkkkkkkkk
**** **** **** ****
Bomul POV
Aku berjalan menyusuri jalan setapak di taman sekolah ini..
“huuuhhh” Aku menghela nafas, entahlah perasaan apa yang sekarang sedang kurasakan ini. Semalam saat mendapati kabar bahwa Hyerin dan Siwon telah jadian, aku merasa senang karena benar dugaanku selama ini. Hyerin menyukai Siwon, namun pada satu sisi yang lain aku merasa takut, yah.. aku takut Hyerin akan menjauhiku, tidak memperdulikanku, dan mengacuhkanku setelah dia memiliki Namjachingu. Hyebin adalah sahabat terbaikku setelah Kibum Oppa..
‘kkkkkrrrriiiiieeeeeekkkkkk’
“Bomull!!! Awaassss” Kibum oppa, yah… itu suara kibum oppa. Segera ku balikkan badanku
Dan….
Brruuukkkkkkkkkk
badan Kibum oppa medindihku.
“oppa.. waae..”
“Neo gwenchana?... aisshh jinja kakiku..” aku tidak menjawab pertanyaan kibum oppa, tapi pandanganku langsung beralih pada kakinya..
“Omoo, Oppa….” Aku tak percaya, kakinya mengucurkan darah karena tertimpa ranting pohon yang cuku besar.
“Oppaa…” ucapku Lirih, hatiku sakit melihat Kibum terluka seperti ini, tidak terasa cairan bening hangat keluar dari mataku tanpa permisi.
“Bo-ah? Ada yang sakit? Kau tidak apa-apa kan?” Kibum oppa telah menyelamatkanku,.. lalu aku?..
“Nee ada yang sakit, hatiku sakit” ucapku terisak
**** **** **** ****
Author Pov
“Sudah oppa bilang kan, luka ini tidak parah. Uljima Bo-ah” Kibum mengelus lembut rambut yeoja yang duduk ranjang –RS- nya sekarang.
“Paboo! Kalau oppa tidak menolongku oppa tidak akan terluka seperti ini kan?!!” wajah Bomul mencerminkan kekhawatiran yang sangat mendalam.
“Dan kau akan terluka sekarang” Kibum menghela nafas sebentar dan melanjutkannya kembali “Tapi aku senang”
“senang? Wae?” Bomul heran dengan pernyataan kibum, adakah orang yang sakit malah merasa senang?
“Karena aku diperhatikan oleh seorang Malaikat cantik” Kibum tersenyum lembut, Bomul hanya tertunduk. Pikirannya melayang entah kemana, ia merasa bersalah melihat kondisi Kibum yang terluka demi melindungi dirinya.
DEEG!!
Hatinya kini bergetar…
“apakah aku mulai menyukainya?” Gumamnya lirih
“eehh?” Kibum yang tidak mendennngar apa yang dikatakan Bommul menyeerit heran.
“Ah.. Rahasia, hehe” Ucap Bomul mencubit gemas pipi kedua pipi Kibum, Kibum yang mendapatkan perlakuan itu hanya dapat tersenyum malu-malu.
“ahh tuan Kim.. mukamu memerah” Ucap Bomul menggoda kibum yang langsung mendapatkan ciuman singkat dipipinya
“Nona Park, sekarang pipimmulah yang lebih merah”
Cinta …
Tidak ada satu orang pun yang tahu kapan dia datang dan pergi
Hargai cinta yang hadir dalam kehidupanmu.
Mungkin sekarang aku mulai menyadari bahwa aku mencintai namja di depanku ini…
Terimakasih karena telah bersama menunggu diriku…
Finally i Know! I Love You
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar