Title: Sweet End
Author : Chris a.k.a Park Bomul
Personal Page: http://www.facebook.com/Park.bomul.zhu
Twitter: http://www.twitter.com/chrisnellaz
Cast: - Lee Hyeeun (MissHae SarangHae)
. - Lee Donghae
. – Park Bomul *numpang eksis*
And Other Cast
Summary:
Bagaimana jika cinta yang tidak terduga itu datang dengan cara yang tidak terduga juga?
Apakah yang akan terjadi setelah hal itu terjadi?
Apakah aku sudah terlambat menyadarinya?
**** **** *** ****
25 oktober
@Hehae Coffee shop
Dua orang yeoja sedang duduk di sebuah bangku sudut ruangan Café tersebut. Yeoja yang satu sedang berkutat dengan laptopnya dan sesekali menyeruput moccachino pesanannya tersebut, sedangkan seorang yeoja lainnya sedang tersenyum sendiri memandangi kedua kertas yang sedang di genggamnya sedari tadi.
“Bo ahh… lihat ini” Ucap yeoja itu
“Mwoya Lee Hyeeun? Kau tidak lihat aku sedang sibuk mengetik eoh? “ Balas yeoja yang diketahui bernama Park Bomul kepada sahabatnya yang bernama Lee Hyeeun itu.
“Kau harus lihat dulu, baru berkomentar. Ige “ Lee Hyeeun menyerahkan salah satu lembar kertas yang sedang digenggamnya sedari tadi.
“Ige mwoya?” Tanya Bomul dengan wajah Innocentnya
“Ya! Park Bomul, kau tidak bisa membaca eoh? Ini tiket untuk fansmeeting Super Junior. Aku tidak tau bagaimana kau bisa menjadi penulis, bahkan membaca ini saja kau tidak bisa” Ucap Hyeeun setengah mencibir.
“memangnya harus menggunakan Tiket segala eoh?” Tanya Bomul dengan polos, lebih tepatnya terlihat Bodoh hahah..
‘Plettaaaakkkkkk’
“Ya! Apoo” ucap Bomul sambil mengelus kepalanya yang menjadi sasaran hantaman jitakan tangan Hyeeun.
“Aku tidak mau tau!! Pokoknya kau harus menemaniku untuk pergi ke acara itu arraseo?!” Hyeeun memberikan deathglare miliknya yang mematikan itu. Bomul hanya bisa bergidik ngeri melihat tingkah sahabatnya itu.
**** **** **** ****
27 oktober
Hiruk piruk suasana di depan sebuah gedung. Yah di depan gedung itu sedang dilaksanakan acara Fansmeeting Super Junior. Tidak hanya kalangan yeoja saja yang datang, namun Fansboy dari grup inipun sangat banyak. Tidak salah jika Boy band ini disebut salah satu Boy band yang sangat berpengaruh dalam menyebarnya kebudayaan korea ‘hallyu wave’
‘KkkyyyyyaAaaaaaaaaaaa’ teriak semua yang hadir saat satu persatu member Super Junior telah duduk di tempat masing-masing. Semua dari mereka menampilkan senyuman manis khas mereka, sambil melambaikan tangan kearah para ELF –sebutan fans Super Junior-.
“Bo.. Bo!! Lihat itu!! Yang duduk disebelah sana” tunjuk Hyeeun dengan semangat, mata Bomul mengikuti arah tunjukan Hyeeun.
“Lee Dongehae-ssi?” tanya Bomul tidak mengerti.
“Nee.. dia adalah cinta pertamaku! Senyumannya mengalihkan duniaku, suaranya, tatapannya. OMOO!! Sejak kapan ini terjadi padaku” Hyeeun mulai histeris sendiri, beberapa pasang mata memandangnya dengan tajam, -tatapan membunuh-
“Menyukai artis jangan sampai seperti itu juga Hyeeun-ahh.. dunia kita terlalu berbeda dengan mereka” Balas Bomul, yang diceramahi hanya bisa menggembungkan pipinya kesal.
Mereka menunngu, berdiri, sampai giliran mereka tiba.
“Kita sudah berdiri disini selama 3 jam, panas, ahh.. kulitku lengket” Cibir Bomul yang masih membersihkan peluh yang mengalir dari wajah manisnya.
“2 orang lagi Bo, sekarang giliran kita!!!!!” Ucap Hyeeun setengah berbisik namun terdengar sangat bersemangat.
**** **** **** ****
“Siapa namamu aghassi?” Tanya Donghae yang sedang menggoreskan tanda tangannya disebuah kertas.
“Lee.. Lee Hyeeun “ Ucap Hyeeun malu-malu
Donghae menyerahkan kertas tersebut sambil tersenyum tipis kearah Hyeeun yang sukses membuat jantungnya seakan melocos keluar. Namun baru hendak Hyeeun mengambil kertas itu dari Donghae, Hyeeun didorong oleh para ELF yang sudah tidak sabaran, alhasil….
‘Braaakkkkkkkkk’
Duuuukkkkk
Badan Hyeeun menimpa badan Donghae, keduanya… BERCIUMAN!!! Seketika ELF disekitar menjadi Ribut!! Ada yang menangis histeris memanggil nama Donghae, ada yang marah-marah dan melempar berbagai macam barang seperti botol air minum dan yang lainnya. Beruntung petugas keamanan dapat segera mengamankan tempat itu yang seketika menjadi perang dadakan itu.
Hyeeun tidak dapat memanglingkan wajahnya dari Donghae yang tepat berada dibawahnya itu, hatinya bergemutuh kencang. Bagaimana tidak!! Seorang Lee Donghae baru saja berciuman dengannya.
Donghae mendorong tubuh Hyeeun dengan sedikit kasar, dan segera bangkit berdiri.
“Mati aku kali ini? Hal apa yang akan terjadi setelah ini?” runtuk Donghae tak jelas memandangi kondisi disekitarnya.
**** **** **** ****
27 Oktober Super Junior Dorm 21.30 KST
“Mwoya hyung? Apa aku tidak salah dengar??” Pekik Donghae, member yang lain hanya dapat memandangnya iba.
“Kalau tidak masalah ini tidak akan selesai Hae-ah” Balas manager berusaha menenangkan Donghae.
“Tapi hyung, tidak harus dengan mengaku bahwa yeoja tadi adalah ….” Couple Donghae ini-Eunhyuk- tidak sanggup melanjutkan kalimat terakhirnya, Donghae hanya menghela nafas berat masih sibuk dengan pemikirannya sendiri.
“Ku rasa itu bukanlah ide yang buruk juga hyung lagi pula yeoja itu terlihat manis” Kyuhyun yang sedari tadi berpacaran dengan PSPnya pun angkat bicara, yang lebih tepatnya menggoda Donghae.
“Dengarkan aku, besok kita akan melakukan conference pers.” Manager hyung memandang Donghae sebentar dan melanjutkan kalimatnya lagi. “Ini demi kebaikan kalian berdua, jika tidak pasti akan ada salah satu pihak yang celaka”
“Ya!! Ini menjadi trending topic di twitter!” pekik Siwon yang sibuk bergelut dengan androitnya.
“dan Timeline akun yeoja itu penuh dengan ANCAMAN KEMATIAN dari para sesaeng fans” Lanjut Ryeowook sambil bergidik ngeri melihat efek yang telah ditimbulkan insiden siang itu.
“Itulah maksudku, nanti jika terjadi sesuatu padanya kita juga yang repot. Apalagi jika sampai ada yang melakukan kekerasan dan kita yang dituntut. Nama besarmu akan goyah Hae” Manager hyung menepuk pelan bahu Donghae, sedangkan dia hanya dapat meruntuki nasib ‘sial’ yang menimpanya hari ini.
**** *** **** ****
Other side 22.00KST
“Heii!! Bagaimana ini? Apa yang akan kau balas dengan semua pesan ini?” Bomul memandang khawatir kearah sahabantnya yang sedang duduk di sofa apartemen mereka.
“Ah.. aku … Bo, ini seperti mimpi” Ucap Hyeeun yang tidak memperdulikan pertanyaan sahabantnya itu.
“Ya! Kau bisa saja mati.sesaeng fans diluar sana sudah siap menerkammu”
“Ah.. Donghae..” Lagi-lagi Hyeeun telah terhanyut dalam dunianya dan tidak menghiraukan Bomul yang sedang menatap kesal kearahnya. Bomul terlihat bingung apa yang akan dilakukannya dengan pesan yang muncul di TL Twitternya itu.
**** **** **** ****
HENING!!!!!!
Sekarang Donghae dan Hyeeun sedang berada disebuah ruangan, hanya berdua.
Pagi sekali mobil dari Agency SMEnt datangn ke apartemen Hyeeun, tentu bukan hal yang sudlit bagi Perusahaan besar seperti itu untuk mendapatkan alamatnnya. Mereka melakukan conference pers, menjelaskan bahwa yeoja yang BERCIUMAN dengan Donghae itu memang adalah yeojachingu Donghae yang selama ini disembunyikan identitaasnya dari publik, saat itu diterangkan bahwa Hyeeun hanya datang untuk memberikan kejutan kepada Donghae.
Conference pers baru selesai 15 menit yang lalu, kini mereka berdua sedang duduk canggung di back stage.
“Ige” Akhirnya Donghae angkat bicara dan menyerahkan sebuah kertas kepada Hyeeun. Hyeeun langsung mengambil kertas itu dari tangan Donghae dan membacanya walau sesekali ia terlihat melirik kearah Donghae.
“Apa maksudnya ini?” Tanya Hyeeun sambil membaca kertas itu lekat-lekat.
“Surat Perjanjian. Tanda tanganilah, kita hanya akan bertemu untuk berbagau acara dan bersikaplah manis di depan kamera jangan sampai media massa mengetahui semua ini.” Donghae bangkit dari duduknya dan meninggalkan Hyeeun yang masih menatapnya.
DEG
SESAK…..
“Surat perjanjian, sebagai pacar gadungan selama 3 bulan. Seharusnya aku memang harus menyadarinya dari awal. Kami terlalu berbeda” Hyeeun masih menatap surat itu nanar, ia tak pernah berpikir bahwa Idolanya selama ini bersikap begitu dingin. Tapi… Ini juga bukanlah salah Donghae, siapa yang akan memperhatikan yeoja biasa sepertinya?
Hyeeun berjalan keluar dari gedung tersebut, dilihatnya Bomul telah menunggunya.
“Hye-ah.. Gwenchana?” Bomul menyadari perubahan raut wajah milik sahabatnya itu.
“Nan gwenchana,kajja kita pulang” Balas Hyeeun pelan.
Saat mereka bru akan melangkah keluar dari gedung itu, telah banyak wartawan menunggu mereka dibawah. Hyeeun dihujami berbagai pertanyaan. Sang empu yang ditanya hanya bisa diam, dia bingung akan menjawab apa.
Sampai….
“Lee Hyeeun-ssi, apakah anda benar yeojachingu Donghae? Apakah seorang superstar seperti Donghae akan memilih berpacaran dengan yeoja yang bukan dari dunia entertaiment? “ tanya seoarnag wartawan. Wartawan tersebut memang tidak memiliki maksud untuk menyinggung perasaan Hyeeun, namun pertanyaannya sangat mengena dengan kenyataan.
“Itu…” Belum sempat Hyeeun menjawab pertanyaan itu, seorang Namja merangkul pundaknya.
“Aku sangat mencintai Hyeeun, aku tidak memandang dia dari dunia entertaint atau bukan. Lagi pula dia sangat manis bukan” Namja itu.. Lee Donghae. Dia menjawab pertanyaan itu, membantu Hyeeun menjawabnya dan menampilkan Seyuman khas miliknya yang mampu melelehkan setiap insan yang melihat senyumannya itu. Donghae menatap Hyeeun dan tersenyum lembut padanya. Mereka ‘terlihat’ sangat bahagia.
**** **** **** ****
“Mwo???? Ahh.. jinja artis memang pandai berakting” Pekik Bomul yang mendengarkan penjelasan Hyeeun mengenai kejadian pagi itu.
“Aku kira dia benar-benar menyukaimu atau setidaknya menghargaimu sedikit” lanjutnya
“Hei.. hei.. meskipun begitu aku sangat bahagi kau tau? Diluaran sana pasti banyak ELF yang iri terhadap diriku,meskipun singkat aku akan menikmatinya. Lagipula aku memang menyukainya hahah” Hyeeun menjawab sambil menata rambutnya dan memoleskan makeup tipis diwajahnya. Yah! Karena malam ini dia akan menghadiri sebuah acara show yang membahas hubungannya dengan Donghae
*** **** *** ****
“Kami sudah menjalani hubungan selama 1 tahun” Donghae mengedipkan sebelah matanya sambil menatap Hyeeun lembut.
“Wah.. kalian sungguh serasi, Donghae-ssi kalian sungguh hebat. Benar-benar rapi menyembunyikan hubungan kalian. Kami sungguh terkejut.” Balas sang Mc. Hyeeun hanya tersenyum bahagia melihat Donghae yang menatapnya lembut.
“seandainya ini kenyataan” gumamnya dalam hati, sekarang ia mulai merasakan sesesak di dadanya. Hyeeun memegang dadanya sebentar dan berusaha menghirup nafas sebanyak-banyaknya. Bomul yang duduk di bangku penonton tiba-tiba terlihat khawatir. “Celaka” lirihnya.
**** **** **** ****
Sekarang, Hyeeun bak menjadi artis dadakan. Banyak stasiun televisi mewawancarainya –tentang hubungannya dengan Donghae- menawarinya menjadi bingtang iklan, menjadi bintang tamu di beberapa Show.
Hyeeun sedang duduk di sebuah café langganannya bersama Bomul, namun hari ini gadis itu sedirian, sahabanya sedang sibuk melakukan promosi buku barunya. Hyeeun dikejutksn dengan suara ponselnya yang ia letakkan didalam tas jinjingnya. Segera Hyeeun mengambil tas tersebut dan melihat siapa yang menghubunginya.
“Donghae op..oppa?” ucapnya tak percaya, selama ini Donghae tidak pernah menghubungi Hyeeun. Diangkatnya perlahan dengan gugup.
“Ye..yeoboseo..”
“….”
“Aku berada di HeHae coffee Shop”
TuuuuT sambungan terputus.
Donghae mengajak Hyeeun untuk bertemu, tak sadar bibir Hyeun tertarik ketas membentuk seulas senyuman yang sangat manis. Apakah Donghae mulai menyukainya? Itulah pertanyaan yang berada disekitar kepalanya.
“Yaa! Baboo!” Tiba-tiba Hyeeun memukul kepalanya sendiri, mana mungkin seorang Lee Donghae menyukainya?! Meruntuki dirinya yang ke-PDan itu
Tak lama setelah itu, Donghae pun datang lengkap menggunakan penamarannya. Jaket musim dingin, masker hitam menutupi wajah tampannya itu, topi dengan warna senada dengan makernya digunakan agak tertutup dan sebuah kacamata Coklat manis bertengger diatas hidung mancungnya. Donghae menarik sebuah kursi dan duduk tepat di depan Hyeeun.
Suasana agak canggung sampai..
“Donghae op..oppa”
“Kita…”
Mereka berbicara pada waktu yang bersamaan, dan hening kembali sampai Hyeeun membuka pembicaraan.
“Oppa, apakah kau tidak ingin memesan sesuatu?” tanyanya
“Aniyo, aku datang kesini hanya untuk memberitahukanmu kita mendapat tawaran untuk ikut berpartisipasi dalam acara Marry Me *anggep kaya WGM tapi aga beda (?)*” Balas Donghae.
“Jinja?” Hyeeun terlihat senang mendengar berita itu, yah.. bagaimana tidak ! tentu dengan ikutnya mereka dalam acara ini Hyeeun dan Donghae akan lebih sering bertemu dan menghabisakan waktu bersama.
“Kita akan menerima tawaran ini, dan setelah itu kita selesaikan urusan kita. Anggap semuanya tidak pernah terjadi. Manager Hyung akan menghubungimu untuk jadwal yang lebih lanjut. Aku permisi Hyeeun-ssi” Ucap Donghae dingin dan beranjak meninggalkan Hyeeun yang masih terpaku atas sikap Donghae.
Bodoh! Seharusnya dia tidak boleh terlalu berharap. Itu adalah hal yang mustahil, seorang Donghae menyukainya?!
Hyeeun merasakan sesak itu kembali datang, ia memegangi dadanya yang nyeri..
“Gomawo Donghae oppa” Lirihnya
**** **** **** **** *****
Cutttttttt!!!!!!!
Teriakan dari sang sutradara menggema dalam ruangan itu, Donghae segera pergi mengambil Ponselnya yang ia letakkan di meja seberang. Hyeeun datang menghampiri Donghae dan memberikan sebotol air mineral.
“oppa, minumlah. Aku melihat dari tadi kau belum juga minum, kau pasti sangat haus.” Ucapnya mengulurkan botol yang berisikan air mineral itu. Donghae mengambilnya dan langsung menegaknya dengan cepat. Hyeeun menatapnya sambil tersenyum manis. Donghae hanya meliriknya dari sudut matanya-tak berani menatap kearah Hyeeun-
“kerja kalian sangat bagus, pertahankan yah.. dan ini perlajarilah di rumah” Sutradara memberikan Hyeeun dan Donghae beberapa berkas. Syuting hari ini telah selsai, semua kru telah bersiap untuk pulang begitu juga dengan mereka.
Hyeeun menatap gelisah layar ponselnya saat menerima pesan dari Bomul, Bomul tidak dapat menjemputnya karena saat ini mobil mereka rusak dan sedang berada di bengkel. Bomul hanya menyuruhnya agar meminta Donghae untuk tolong mengantarnya pulang. Tapi…. Bagaimana? Berbicara saja hanya... yah kalian tentu tahu sneidri kan bagaimana sikap Donghae terhadapnya.
“Eothokkae .. apakah aku harus berjalan kaki pulang? Atau beraharap seorang pangeran berkuda putih menjemputku?” Lirih Hyeeun.
Pada saat yang bersamaan Donghae mendengar apa yang dikatakan Hyeeun, merasa tak tega seorang Yeoja pulang sendirian malam hari seperti ini Donghae pun berinisiatif mengajak Hyeeun untuk ikut dengannya.
“Hyung, kau pulang saja dulu. Aku membawa mobil’ ucap Donghae dalan telponnya dengan orang diseberang sana yang tak lain adalah sang manager.
Dongahe berjalan mendekati Hyeeun dan menepuk pelan bahunya, sehingga sang empunya pun berbalik melihat siapa yang menepuk bahunya.
“Hyeeun-ssi, mau ikut denganku?” Tanyanya lebih ramah dibanding sebelumnya saat beberapa waktu lalu berbicara dengan Hyeeun.
“Apa tidak merepotkanmu?” tanya Hyeeun ragu,sebenaarnya tak dapat disembunyikan. Wajah Hyeeun memancarkan kebahagiaan yang tiada tara. Baru kali ini Donghae tidak bersikap dingin terhadapnya.
“Kajja, masuklah” Donghae tidak menjawab pertanyaan Hyeeun namun langsung membukakan pintu mobil tersebut kepada Hyeeun dan melemparkan senyumannya. Hyeeun membalas Senyuman Donghae dan mengucapkan Gomawo kepada Donghae saat memasuki mobilnya. *Ceritanya disini Donghae bisa nyetir deh yakk HA HA HA*
*** *** *** ***
Telah sampai tepat di depan apartemen Hyeeun, namun Hyeeun tertidur pada saat perjalanan pulang. Donghae baru hendak mengajak Hyeeun berbicara namun baru disadarinya Hyeeun terlelap begitu pulang, mungkin kelelahan setelah menjalani Syuting seharian. Perlahan Donghae menelusuri wajah Hyeeun.
“Manis” Itulah satu kata yang terucap dari bibir Donghae, tanpa sadar wajah Donghae mulai mendekat kerah Hyeeun dan mendaratkan sebuah kecupan tepat di dahinya.
“Ugghh…” Leguh Hyeeun pelan, Donghae segera kembali keposisi semula karena takut Hyeeun terbangun dan menyadari bahwa dirinya baru saja mencium dahi Hyeeun.
DRRRTTTTTT DDDDDRRRRRRRTTTTTTTTTTTT
Getaran ponsel Hyeeun sukses membuat Hyeeun terbangun, Hyeeun mengucek matanya pelan dan segera mengambil ponselnya dan membaca pesan yang baru saja masuk itu.Setelah selesai membaca pesan itu, Hyeeun mengalihkan pandangannya pada Donghae.
“Oppa.. Mian, apakah sudah lama sampai? Mengapa tidak membangunkanku?” tanya Hyeeun merasa bersalah.
“Aniyo baru saja sampai kok.. siapa yang menghubungimu?” Donghae berbohong , sebenarnya dia tidak tega membangunkan Hyeeun yang terlihat sangat lelah itu.
“Sahabatku, dia bertanya mengapa aku belum kunjung pulang. Ahh.. oppa mau mampir dulu?”
“Tidak usah, lagi pula ini sudah malam. Selamat malam Hyeeun-ssi” Balas Donghae
“Sekali lagi gomawo oppa. Night” Hyeeun memberikan senyuman termanis miliknya kepada Donghae dan kemudian membuka pintu mobil untuk keluar. Tak lupa ia melambaikan tangannya pada Donghae yang bersiap pergi yang dibalasnya dengan senyuman tipis.
**** **** **** *****
@ SuperJunior Dorm
“Perasaan apa ini yang sedang kurasakan?” Lirih Donghae sambil berusaha memejamkan matanya.
“Waeyo Hae-ah?” Eunhyuk yang mendengar lirihan Donghae beranjak duduk disampingnya yang diikuti oleh Donghae.
“Entahlah Hyuk-ah, perasaanku sedang kalut sekarang” Wajah Donghae terlihat kusut.
“Memangnya ada apa?” Eunhyuk menatap khawatir pada Donghae, apakah sesuatu sedang terjadi dengan dirinya?! Itulah yang ada di dalam benak Eunhyuk sekarang.
“Aku.. aku merasakan ada sesuatu yang berbeda saat aku berada didekat Hyeeun-ssi, memang dia tidak terlalu cantik tapi wajahnya sangat manis, ku akui aku sangat senang saat melihat senyumannya. Apakah ini dinamakan CINTA Hyukkie ah?” Donghae menekankan pada kata cinta.
“Hanya kau yang mengetahuinya Hae-ah, dengarkan suara hatimu. Jangan sampai salah mengambil tindakan” Balas Eunhyuk yang terdengar bijaksana. Namun itu tetap saja masih tidak memberikan jawaban pada Donghae.
“Apakah benar aku menyukai yeoja itu?” Ucap Donghae dalam hatinya
**** ***** ***** ****
Hari Ini Donghae dan Hyeeun melakukan Syuting di Taman Hiburan. Keduanya terlihat sangat menikmati syuting kali ini. Yah, hitung-hitung sekalian refreshing disela jadwal yang padat tak kenal ampun itu.
“Kalian harus berpegangan tangan Donghae-ah, tak mungkin seorang namjachingu meninggalkan yeoja-nya berjalan di belakang sendiri” Ucap Sang Sutradara.
Donghae yang menyadari sikapnya hanya membungkuk meminta maaf sambil sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu. Donghae dengan canggung memegang tangan Hyeeun, Hyeeun juga merasakan hal yang sama bahkan lebih, jantungnya tidak dapat diajak berkompromi.
“Dingin” Gumam Donghae saat menggenggam tangan Hyeeun yang memang dingin itu. Dipandanginya sebentar gadis itu.
“apakah dia sakit?” batin Donghae
Mereka berdua masih berjalan menyusuri Taman Hiburan itu, keduanya diam, hening dalam kebisuan. Donghae makin merasa khawatir, sepertinya Hyeeun sedang sakit saat ini. Hyeeun terlihat beberapa kali memegangi dadanya dan wajahnya terlihat pucat.
Donghae menghentikan langkahnya. Hyeeun yang kaget pun menoleh kearahnya.
“Hyeeun-ssi, neo gwenchana?” Tanya Donghae memastikan yang hanya di jawab dengan gelengan lemah dari Hyeeun.
Mereka pun kembali berjalan. Donghae yang tak tega melihat Hyeeun terus berjalan mengajaknya naik kereta gantung, dan meminta waktu istirahat sebentar pada sutradara.
Akhirnya keduanya naik kereta gantung, kedua orang ini sepertinya sangat senang terjebak dalam kebisuan, kembali tidak ada yang memecahkan kebisuan ini. Akhirnya Donghae memberanikan duduk disamping Hyeeun, Hyeeun tidak memberikan respon yang berarti seperti biasanya yang selalu tersenyum ramah, salah tingkah atau pipinya merona, kalli ini dia terlihat kembali memegangi dadanya.
“Hyeeun-ssi, kau tidak sedang sakit kan?” Donghae kembali bertanya untuk yang kesekian kalinya
“Aku.. tidak apa-apa..” Ucap Hyeeun lemah
Kembali hening, sampai tiba-tiba Hyeeun menyenderkan kepalanya dibahu Donghae. Donghae yang terkejut reflek menoleh kearah Hyeeun. Dilihatnya Hyeeun tertidur pulas, Donghae menelusuri wajah gadis yang akhir-akhir ini menjadi pacar ‘gadungannya’ itu menggunakan jari telunjuknya. perhartiannya tertuju pada bibir mungil milik Hyeeun. Donghae tidak dapat menahan diri untuk tidak mengecup bibir itu.
Donghae mengecup lumayan lama bibir Hyeeun yang membuat sang empunya terbangun. Hyeeun menatap Donghae kaget, kaget atas perbuatan Donghae. Namun Donghae menarik tengkuk Hyeeun untuk mendekat dan kembali mengecup bibir itu, bukan lebih tepatnya sebuat lumatan yang dibalas perlahan oleh Hyeeun.
**** **** ***** *****
Hari ini Syuting Marry me berjalan dengan sukses, seiring dengan berjalannya waktu Donghae dan Hyeeun mulai dekat satu sama lain. Mungkin karena waktu yang mereka habiskan bersama lebih banyak sekarang.
Syuting hari ini telah selesai. Hyeeun mencari sosok seorang namja yang telah membuat hatinya berdebar-debar itu, bermaksud memberinya soft drink –Donghae- namun setelah berkeliling cukup lama ia belum juga dapat menemukan Donghae.
Sampai pada ruang ganti….
“Oppa.. saranghae” Hyeeun mendenger suara seorang yeoja didalam ruangan itu. Ia memberanikan diri untuk mengintip dari cela pintu yang sedikit terbuka.
*** **** **** ****
“Oppa…ayoo sini..” ucap Jessica yang bergelayut manja pada lengan Dongahae. Donghae tidak mengubrisnya sedikitpun.
“Oppa, malam ini kita makan malam di restoran favoritku bagaimana?” Jessica berbicara menggunakan nada yang sangat manja yang malah terdengar menjijikkan.
“Maaf, aku tidak punya waktu. Tadi kau bilang ada hal penting yang ingin kau bicarakan ternyata ini? Kalau begitu aku permisi dulu” Ucap Donghae dingin dan beranjak pergi, namun tangannya ditahan oleh Jessica. Donghae yang kesal pun berbalik tepat pada saat itu Jessica menarik Donghae hingga terjatuh menimpanya diatas sofa yang dia duduki.
“Oppa.. saranghae” Ucapnya singkat dan langsung mengecup bibir Donghae singkat. Donghae langsung mendorong tubuh Jessica agar menjauh darinya. Baru hendak Donghae memarahi Jessica terdengar bunyi barang terjatuh .
BRrrrRRuuuUUUkkk
Donghae langsung keluar melihat apa yang terjadi dan yang dilihatnya adalah Hyeeun pingsan tak sadarkan diri diatas lantai. Langsung saja Donghae menggendong Hyeeun dan mengantarkannya ke Rumah Sakit terdekat.
*** **** **** ****
“Sebenarnya apa yang terjadi denganmu Hyeeun-aah” Donghae cemas bukan main, dia berjalan kesana kemari bolak balik seperti seterikaan (?) gelisah melihat Choi uisa belum juga keluar dari ruangan Hyeeun dirawat.
“Hoshh.. hosh,… Donghae-ssi, apa yang terjadi dengan Hyeeun?” Seorang yeoja sahabat baiknnya Hyeeun, Bomul datang dengan nafas terengah-engah karena habis berlari menghampiri Donghae.Tepat saat itu Choi uisa keluar dari ruangan dirawatnya Hyeeun.
“Uisa, apa yang terjadi dengan Hyeeun?” Kali ini Donghae langsung menghampiri Choi uisa dan bertanya padanya, sepertinya Donghae benar-benar sangat panik sekarang ini.
“Hyeeun-ssi hanya terlalu letih saja dan penyakit asmanya juga kambuh, jadi oksigen yang masuk terlalu sedikit sehingga ia pingsan tadi. Jangan biarkan ia kelelahan karena itu akan membuat asmanya kambuh. Istirahat selama 5-7 hari maka kondisi Hyeeun-ssi akan segera pulih” Ucap Choi uisa dan kemudian ia berlalu pergi.
Donghae langsung memasuki ruang dirawatnya Hyeeun. Bomul hanya memperhatikannya dari luar dia tersenyum simpul sebentar.
“Sepertinya hari yang berbahagia akan segera datang” Bomul tersenyum , kebahagiaan mungkin akan segera menghampiri sahabatnya. Bomul memlih untuk tetap berada diluar membiarkan Hyeeun dan Donghae berdua didalam.
**** **** **** ****
Hyeeun membuka matanya perlahan, terasa kepalanya sangat berat. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya yang menyeruak masuk ke retina matanya, dipandanginya sekeliling.
“rumah sakit?” Ucapnya sedikit serak. Dilemparkannya pandangan pada seseorang yang sedang tertidur disampingnya-terduduk-
“Donghae op..oppa!” lirihnya yang membuat Donghae terbangun.
“Kau sudah sadar?! Baguslah kalau begitu” Donghae begitu senang melihat Hyeeun telah sadar dan segera menggenggam tangannya seolah takut kehilangan dirinya.
“Op..oppaa” Hyeeun menarik tangannya agar lepas dari genggaman Donghae. Donghae menatap lekat kedua manik mata hitam pekat milik Hyeeun.
“Ada apa?” Hyeeun merasa risih dengan tatapan Donghae
“Jangan tinggalkan aku ..” Ucap Donghae sambil mengelus pipi Hyeeun. Hyeeun menepis tangan Donghae, dia masih ingat betul kejadian tadi siang-Jessica mencium Donghae- . memang kalau dipikir Hyeeun tidak memiliki hak untuk cemburu karena mereka sebenarnya tidak memiliki hubungan khusus tapi….
“hiks.. hiks.. hikss” keluar oppa.. kumohon…..” Ucap Hyeeun, tangisnya tak terbendung lagi. Donghae semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Hyeeun, namum ia menuruti permintaan Hyeeun.
*** *** **** *****
“yak! Kenapa memandangku dengan tatapan seperti itu?” Tanya Bomul yang mendapatkan tatapan maut dari Hyeeun
“Kau menyebalkan! Sudah kubilang aku tidak mau makan!!!! Jangan memaksaku” Hyeeun menyembunyikan wajahnya dalam selimut.
“Kau sungguh keras! Keras kepala ! tapi hanya pada sahabatmu! “ Bomul menghela nafas dan melanjutkan nya lagi “semua orang mengkhawatirkanmu, terlebih Donghae-ssi”
“mwo?!” Hyeeun langsung bangkit duduk dan menatap Bomul tak percaya.
“Dia menjagamu tiap malam, ku kira hubungan kalian telah …” Belum sempat Bomul melanjutkan kalimatnya namun Hyeeun telah memotongnya.
“Dia bersama Jessica-ssi, sudah berapa kali kukatakan padamu Bo” Ucap Hyeeun datar
“Kau harus mendengar penjelasannya dulu. Tidak semua yang kita lihat itu adalah kebenarannya kan?” Bomul tersenyum penuh arti, Hyeeun hanya memandanginya heran.
Creeekkk
Bunyi pintu terbuka.
“Jadi kau menjadi dingin seperti itu karena beranggapan Jessica berpacaran dengan ku?” Tanya Donghae yang kini telah menyandar di samping pintu.
“Aku pergi dulu” Bomul mengedipkan sebelah matanya pada Hyeeeun dan menampilkan Smirk aneh miliknya pada Donghae.
“Aku.. aku..” Hyeeun menjadi salah tingkah saat bomul telah keluar dari ruangan meninggalkan mereka berdua.
“lain kali jika mengintip orang jangan hanya setengah, aku sudah mendengar semuanya dari Bomul-ssi” Lanjut Donghae yang kini telah duduk di tepi ranjang Hyeeun dan menyelipkan poni Hyeeun di telinganya.
“Tsk! yeoja itu” Batin Hyeeun kesal pada Bomul, ia percaya pada Bomul bahwa dia tidak akan menceritakan masalahnya pada oranglain, tetapi Bomul malah menceritakannya pada DONGHAE!
“Kau menyukai ku?” Tanya Donghae hati-hati.
“Yah, aku tidak ingin menjadi yeoja yang munafik, aku memang menyukai mu tapi aku tidak berhak untuk menyukai mu, selama ini aku memang tidak pantas. Bisa menjadi pacar ‘gadungan’ mu saja sudah merupakan sesuatu yangmembahagiakan untukku” Hyeeun berujar lemah dan menundukkan wajahnya.
“Dan bodohnya lagi aku mencintai namja yang tidak akan mungkin pernah melilik seorang gadis biasa sepertiku, sungguh berbeda dan tidak sederajat” Kini bahu Hyeeun mulai bergetar,mengutarakan perasaan pada orang yang tidak memiliki perasaan yang sama dengan kita tentu sangat menyakitkan bukan?! Donghae yang menyadarinya pun meringkuh tubuh Hyeeun .
“ Jangan seperti ini Donghae oppa,jangan mengasihaniku lagi, jangan membuatku berharap lebih. Aku selama ini sudah sangat tidak tahu diri mengharapkan cinta darimu” Lirih Hyeeun.
Donghae melepaskan pelukannya dan mengangkat dagu Hyeeun,
“Dan sekarang kau memang telah mendapatkan cinta itu. Satu lagi, jangan katakan kalau kau tidak pantas untukku. Karena aku sekarang benar-benar telah terjatuh dalam perangkap cintamu” Donghae menarik Hyeeun dalam pelukannya. Hangat itulah yang dirasakan Hyeeun. Lidahnya kelu untuk berucap seolah semua ini adalah mimpi, dan jika ini mimpi Hyeeun berharap ia tidak pernah terbangun dari mimpi indah ini.
“jeongmalyo oppa?” tanya Hyeeun memastikan.
Donghae menatap matah Hyeeun lekat, menatapnya dengan lembut seolah memberikan kepastian. Sedetik kemudia Donghae terlihat sibuk mencari sesuatu dalam saku celananya.
Donghae mengeluarkan sebuah kertas, kertas perjanjian mereka.
“Aku tidak membutuhkan ini lagi” Donghae merobek kertas itu dan dibuangnya sembarangan. Hyeeun melihat kertas itu dengan tatapan tidak percaya. Benarkah ini ya tuhan?! Apakah ini semua hanya mimpi, aku harap bukan batinnya.
“Saranghae Lee Hyeeun” Kemudian Donghae mengecup pelan bibir plum mirik Hyeeun.
“nadoo.. saranghaeyo..oppa”
“Maaf aku terlambat menyadarinya..” Ucap Donghae lembut dan kembaali merengkuh tubuh mungil milik Hyeeun kedalam pelukannya.
Bomul yang melihat mereka dari balik kaca ruang dimana Hyeeun dirawat hanya dapat tersenyum bahagia. Kini sahabatnya telah mendapatkan kebahagiaannya.
“Lalu, kapan kau akan kembali Kibum oppa?….Bogoshipoyo ” Ucap Bomul kemudian.
Walaupun aku terlambat menyadarinya..
Tapi semuanya belum terlambat bukan?!
Semuanya datang tanpa disadari
Datang dengan cara yang mengejutkan pula… namun itulah yang membuat cinta itu indah..
END
Gimana tanggapan kalian mengenai FF ini?
RCL sangat dibutuhkan yah… buat masukan. Bash ga dibutuhkan ==”
Semua murni pemikiran Author, jika ada kesamaan alur dan beberapa bagian(typo,alurnya) yang tidak berkenan mohon di maklumi dan di maafkan.
mimin miss u .-. cerita favoritteee >......<
BalasHapus